Saya ingin tapi tak bisa

April 25, 2008 at 9:59 am | In Proaktif | 1 Comment
Tags: ,

Bukankah kita sering mendengar ungkapan seperti ini? Contohnya saya ingin berhenti merokok tetap saya tidak bisa. Saya ingin olah raga tetapi saya tidak bisa. Saya ingin mengurangi porsi makan, tetapi tidak bisa. Selalu ada pola yang menjadi positif menjadi negatif.

Keinginan “berhenti merokok” adalah hal positif, saat mengatakan “tidak bisa” adalah hal negatif, dan penghubung kedua kalimat tersebut adalah “tetapi”. Akhirnya pikiran positif kita tidak didukung oleh pikiran lainnya. Sehingga keinginan untuk berhenti merokok, untuk diet, dan untuk olah raga, dinetralisir oleh pikiran negatif setelah “tetapi”.

Jadi hal negatif muncul karena ada kata “tetapi”. Oleh karena itu, mulai sekarang berlatihlah untuk menghindari kata “tetapi”. Saya tahu, Anda akan mengatakan, “tetapi kata ‘tetapi’ itu diperlukan”. Tuh kan, Anda pakai kata “tetapi”. Sekali lagi jangan ada kata “tetapi”. Sssttt, tuh kan, Anda mau menggunakan kata tersebut lagi.

Hindari kata-kata “tetapi, tapi, namun, dan kata-kata sejenis”, insya Allah hidup Anda akan lebih baik. Tujuan latihan ini untuk belajar mengendalikan pikiran kita. Lakukan selama 21 hari. Jika Anda sudah mampu menahan kata “tetapi” dalam 21 hari, nanti ada latihan justru untuk menggunakan “tetapi”. Lho koq? Katanya tidak boleh?

He he, penjelasannya tunggu pada posting lainnya.

Kecewa Bukan Karena Gagal

Maret 12, 2008 at 2:59 am | In Optimis, Proaktif | Leave a Comment
Tags: , , , , ,

Ada orang yang dengan “bijak” mengatakan jangan memiliki cita-cita yang tinggi supaya tidak kecewa. Mungkin yang dia maksud adalah Anda jangan punya cita-cita yang tinggi, karena Anda akan gagal, dan Anda akan kecewa. Dia bukan menasihati Anda, tetapi dia underestimate terhadap Anda. Tapi Anda jangan marah kepada dia, karena maksud dia adalah baik, hanya tidak mengerti saja.

Saya akan menasihati Anda (dan juga saya sendiri), milikilah cita-cita yang tinggi, sebab Anda (dan saya) memiliki potensi untuk mencapainya, dan tekunlah sampai berhasil. Anda (dan saya) insya Allah bisa.

Bagaimana kalau gagal? So what gitu? Ya, coba lagi! Gimana kalau kecewa? Ya, jangan kecewa!

Kecewa adalah pilihan Anda, Anda mau kecewa atau tidak, semua karena Anda yang memilih, bukan karena kegagalan. Jika Anda menyuruh saya menuliskan orang-orang yang gagal tetapi malah bahagia, wah entah berapa buku yang bisa saya tulis. Banyak lho!

Ah Gitu-gitu Aja

Maret 5, 2008 at 3:28 am | In Proaktif | Leave a Comment
Tags: , ,

Saya yakin, orang yang lebih sukses dari saya adalah orang yang lebih baik dalam bertindak daripada saya. Memang, kadang perbedaanya begitu kecil sehingga tidak terlihat. Hal inilah yang sering menjadi alasan seseorang yang menilai orang lain tidak lebih baik daripada dirinya.

“Ah gitu-gitu aja, tidak ada yang istimewa koq. Dia sukses karena beruntung saja.”

Padahal bukannya dia sama saja dengan kita, tetapi perbedaanya sangat kecil sehingga tidak terlihat. Memang, berapa detik perbedaan Anda juara lari cepat 100 m dengan juara keduanya? Sangat-sangat kecil, bahkan oleh mata telanjang seringkali tidak terlihat. Sering juga kuda juara hanya lebih dulu hidungnya yang masuk garis finish dengan kuda juara dua. Namun sekecil apa pun perbedaan, juara tetap juara. Begitu juga dengan diri kita, mungkin orang lain hanya sedikit lebih baik dari kita, tetapi juara tetap saja juara.

Ada berita baik jika kita mau menerima konsep “perbedaan kecil” ini. Yaitu sebenarnya kita tidak banyak berbeda dengan orang yang sukses, dengan sedikit kerja keras kita bisa menyusul orang lain atau menyamainya. Ini harus menjadi motivasi kita untuk bisa mengejar dia, bukan sebaliknya, malah menyalahkan nasib.

Semua Kambing Itu Putih

Maret 5, 2008 at 3:11 am | In Proaktif | Leave a Comment
Tags: ,

Banyak orang yang mencoba mencari kambing hitam saat ditimpa suatu kegagalan atau kesulitan. Bisa jadi orang lain, lingkungan, peristiwa, bahkan takdir dijadikan kambing hitam kesalahan atau kegagalan kita. Padahal dalam hal ini, semua kambing adalah berwarna putih. Tidak ada yang namanya kambing hitam.

Artinya tidak ada yang bisa disalahkan atas semua yang menimpa kita, kecuali diri kita sendiri. Semua yang terjadi adalah berkat pikiran dan tindakan kita. Jika kita mengalami kesulitan atau kegagalan, adalah sebagai tanda bahwa tindakan kita atau pikiran kita perlu kita perbaiki.

Menyalahkan orang lain hanyalah akan membuang-buang energi kita. Daripada kita sibuk mencari kambing hitam, akan lebih baik kita instropeksi diri untuk mencari tahu apa yang harus kita perbaiki. Tindakan apa yang harus kita perbaiki atau kita juga perlu mengubah cara berpikir kita. Jika kita melakukan ini, maka energi kita tidak akan terbuang dengan percuma, tetapi termanfaatkan untuk kebaikan.

Orang yang berpikir positif selalui mengakui bahwa kesalahan ada pada dirinya. Apakah Anda mengakui bahwa kondisi diri Anda saat ini hasil dari pikiran dan perbuatan Anda dimasa lalu?

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.