Kiat Menghadapi Kenaikan BBM
Mei 14, 2008 at 3:57 pm | In Hukum Daya Tarik, Optimis | 11 CommentsSeperti sudah kita ketahui semuanya, bahwa pemerintah mengambil keputusan untuk menaikan harga BBM. Terlepas apakah Anda setuju atau tidak, kita tidak bisa lepas dari dampak kenaikan BBM ini. Pada kesempatan ini saya ingin membagikan suatu kiat bagaimana menghadapi kenaikan berbagai harga. Kiat ini sebenarnya datang dari alm. ayah saya. Saya teringat ini saat menonton berita dan saya langsung bersemangat ingin membagikan kiat ini kepada sebanyak mungkin orang. Saking semangatnya saya menunda waktu tidur saya demi menulis posting ini. BTW saat saya menulis artikel ini jam menunjukan 22:22 (angka yang pas).
Siapa ayah saya? Apakah beliau seorang “Rich Dad”, bukan, ayah saya hanyalah orang biasa tetapi menjadi inspirasi saya. Sewaktu hidup beliau selalu memberikan kebijakan-kebijakan untuk menghadapi hidup ini. Saya banyak mengambil pelajaran dari beliau, terutama keyakinannya dan sikap pantang menyerah.
OK, langsung saja. Kenaikan harga bukan hanya terjadi saat ini saja. Saat saya masih kecil, kenaikan harga sudah sering terjadi. Apa yang dikatakan ayah saya saat terjadi kenaikan harga? Ayah tidak mengeluh, tidak mengumpat pemerintah, atau marah-marah. Ayah hanya mengatakan satu kalimat ajaib yang membuat kami sekeluarga menjadi tenang.
“Nggak apa-apa harga naik, yang penting kita mampu membelinya. Buat apa murah jika kita tidak bisa membelinya?”
Apa istimewanya kalimat ini? Yang jelas tidak terbantahkan! Yang lebih penting ialah kita sanggup membeli kebutuhan kita, tidak peduli berapa pun harganya. Kalimat ini keluar karena berasal dari keyakinan bahwa Allah sudah mengatur dan menentukan rezeki makhluq-Nya. Rezeki Allah tidak akan terhalang meski seberapa mahalnya harga kebutuhan pokok.
Saya kira, saya tidak perlu membeberkan bukti-bukti mengenai hal ini. Anda sudah paham semua ini, apalagi memang sudah difirmankan Allah dalam Al Quran. Jika kita orang beriman kita akan tetap yakin bahwa Allah akan membantu kita dan akan menolong kita. Harga mahal dan komoditas yang langka bukan halangan bagi Allah jika akan memberi rezeki kepada kita. Selalulah berpikir positif.
Mungkin ada yang mengatakan, bagaimana bisa berpikir positif jika kita khawatir keluarga tidak bisa makan? Betul, Anda tidak akan bisa berpikir positif sambil khawatir, sebab khawatir itu adalah pikiran negatif. Agar kita mampu membangkitkan pikiran positif maka kita harus membina keyakinan positif dalam diri kita.
Seperti dijelaskan dalam ebook saya Beautiful Mind, ada tiga dimensi keyakinan yang harus kita pegang dengan kuat.
- Keyakinan bahwa Allah akan membantu dan menolong kita.
- Keyakinan bahwa kita sudah memiliki potensi untuk menghadapi berbagai beban hidup
- Keyakinan akan tujuan yang kita capai.
Silahkan baca ebook tersebut untuk lebih lengkapnya.
Sekali lagi, mungkin ada yang mengatakan. Percuma kita yakin dan optimis jika pada kenyataan kita mengalami kesulitan.
Betul, namun akan lebih buruk jika kita sedang dilanda kesulitan diringi rasa pesimis tanpa harapan. Jika kita masih optimis dan berpikiran positif, kita akan masih memiliki kekuatan untuk bertindak atau berusaha mengatasi berbagai masalah yang ada dihadapan kita.
Yang kedua, bagi Anda yang yakin dengan hukum tarik menarik, jika emosi kita negatif (berasal dari khawatir, pesimis, marah, dsb) maka kita menyumbat kemampuan kita menarik apa yang kita inginkan. Sementara hukum tarik menarik akan lebih kuat jika kita memiliki emosi positif, yaitu emosi yang berasal dari optimis. Bagi Anda yang sudah memiliki ebook tersebut, bacalah kembali dan aplikasikan agar Anda memiliki keyakinan positif dan tetap optimis sehingga bisa menghadapi semua kesulitan dihadapan Anda.
Bagi yang belum punya silahkan klik disini untuk mendapatkan Paket eBook Spesial Motivasi Islami. Justru ebook ini terasa jauh lebih penting saat berbagai masalah baru muncul dihadapan kita.
OK, yakinlah dan tetaplah optimis meski semua kebutuhan kita naik harganya. Insya Allah selalu ada jalan keluar bagi mereka yang bertaqwa dan bertawakal kepada Allah. Sekarang saya mau tidur dulu. Ngantuk nich…
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Betul…, tambahan, kita kan sudah yaqin bahwa Allah Mahakasih dam Mahapenyayang, oleh karenanya apapun yang kita hadapi dan kita terima, harus kita yakini bahwa hal tersebut sudah tentu merupakan pilihan terbaik dari Allah untuk kita saat ini.
Wassalam
Komentar oleh mawardi — Mei 15, 2008 #
dari sudut pandang saya, kenaikan BBM merupakan bentuk cobaan/ujian dari Alloh SWT… akan terseleksi mana yang lolos maupun yang tidak…
alhamdulillah pak Rahmat sudah memberikan tip2 untuk lulus dengan nilai “A” tentunya…
terima kasih pak…
Komentar oleh agfianto eko putra — Mei 15, 2008 #
yah memang benar, kalopun harga BBM naik, kita harus mengantisipasinya
Komentar oleh aRuL — Mei 15, 2008 #
Alhamdulilah…saat hati mulai gundah karena berita kenaikan BBM saya bisa baca tulisan anda yang menenangkan dan menyejukkan hati ini, Amin…jadi tenang deh, mudah2an Allah selalu melimpahkan rahmatNYA pada kita semua
Komentar oleh atika — Mei 15, 2008 #
mereka yang ngeblog (para blogger) menurut saya adalah masyarakat yang relatif ‘mampu’, tidak terlalu tergoncang dengan naiknya harga BBM, jadi OK saja menerima saran di atas..tapi coba sampaikan saran tersebut kepada para nelayan yang 50% pengeluarannya untuk BBM, atau para sopir angkutan, pasti akan mendapatkan tanggapan yang sangat berbeda..
Komentar oleh padmasambawa — Mei 15, 2008 #
Memang kenaikan BBM sebatulnya bukan satu masalah. Yang jadi masalah adalah tidak adanya iman di hati kita.
Kalau tidak ada iman, mau miski, mau susah, mau berkuasa, mau kaya, maka semuanya akan jadi masalah.
Yang miskin tidak sabar dan meminta-minta, yang berkuasa zalim, yang kaya kikir dan bakhil.
Kalau iman kuat dan bertaqwa, akan berlaku sebaliknya.
Lebih lengkap bisa dibaca di: http://whasid.wordpress.com/2008/05/15/kenaikan-bbm-masalah-yang-bukan-masalah/
Komentar oleh Makhfud — Mei 16, 2008 #
orang yang panik-stress karena kurang yakin pada Gusti Allah, ga yakin bahwa Allah sudah Berikan dan Jatahkan Rizkinya..mereka merasa rizki itu dari gaji mereka, dari perusahaan mereka, dari Bos Mereka, seakan-akan sumber rizki itu cuma itu.. Padahal Gusti Allah sudah JELAS-JELAS…bertebaranlah di muka bumi-JEMPUT RIZKI YANG TELAH ALLAH SIAPKAN….
Tanpa kita sadari kita menjadi Hamba Perusahaan,
Tanpa Kita Sadari selama ini kita Syirik pada Allah, Sang Pemberi Rizki
YAKINLAH-BACK TO ALLAH… RIZKI KITA SUDAH ALLAH JAMIN, RIZKI KITA TIDAK AKAN TERTUKAR ATAU DICURI ORANG LAIN…KATA ULAMA RIZKI KITA Seret dan TERSUMBAT karena….
1. Dosa & Maksiat Kita Pada Allah
2. Lepasnya Ketawakkalan dari hati Kita
3. maksiat saat mencari Nafkah
4. Pekerjaan dan aktifitas kita melalaikan dari Mengingat Allah
5. Malas Sedekah..
Mari Bangkit Saudaraku…
SALAM SUKSES-Mulia !
Syahrul Komara
Klinik Bisnis (Kli-Bi) Sumatera utara
081973144639
Komentar oleh syahrul — Mei 16, 2008 #
kalo menurutku, masih ada solusi lain selain menaikan harga BBM, kita merasa tidak terpengaruh dengan kenaikan BBM, karena kita hidup di posisi yang ekonomi stabil, tapi pernahkah kita berfikir tentang orang lain yang berubah status ekonominya gara2 kenaikan harga, yang tadinya ada di tingkat sederhana berubah menjadi miskin.
satu pemikiran ku:
Kita hidup di tengah lingkungan dengan karakteristik pemikiran yang berbeda setiap orang nya.
sebagai contoh sederhana:
Iuran Wajib RT.
Misal 20.000 perbulan, didalamnya termasuk Keamanan, kebersihan, Air, dan kegiatan PKK dan POSYANDU. tapi mengapa selalu ada orang2 yang tidak mau bayar atau minta turun nilai iurannya.
dari konsep sederhana ini ternyata tidak setiap orang memiliki kemampuan membayar yang sama. maka dari itu kitak harus maklum dengan orang yang demo, dan harus maklum juga dengan orang orang yang setuju dengan kebijakan pemerintah.
cuma yang tidak kusetujui dari kebijakan pemerintah adalah. “Kebijakan Subsidi Tunai”
itu adalah pembodohan dan menciptakan budaya mengemis.
Demo ataupun kebijakan merupakan buah kebebasan berfikir. dengan tujuan demi kebaikan bersama.
Komentar oleh Hendra — Mei 19, 2008 #
kalimat “pasti” hanya terletak pada 2 bagian yaitu : setiap makhluk pssti ada rejekinya (selama masih berusaha untuk mencarinya), dan setiap yang bernyawa pasti mati (yang ini jangan dicari). meski harga bbm naik (emang yang lain ngga pada ikutan. . .), selama kita masih mampu mencapainya. . . . bersyukurlah, Insya Allah kita akan mendapat rejeki dari jalan yng tidak disangka-sangka. Salam hormat.
Komentar oleh mhanowar — Mei 27, 2008 #
wah……kayaknya bakal ada thinking war,,,,eh,,,salah ga ya,maksud saya gozwul fikri,perang pemikiran,pastinya bakal seru nih!!!!! aku mah nonton aja ah!tapi ga pake iklan haaa,,,ha,,ha,,,,
Komentar oleh dian mardianto — Juni 1, 2008 #
[...] Jika Anda belum membaca posting yang dimaksud, silahkan baca Kiat Menghadapi Kenaikan BBM. [...]
Ping balik oleh Rahmat’s Site » Blog Archive » Memang Bisa Makan dengan Pikiran Positif? — Juni 5, 2008 #