Bahagia dan Kaya
Maret 29, 2008 at 4:00 am | In Hukum Daya Tarik | 1 CommentTags: bahagia, kaya
Jika Anda ingin bahagia, maka Anda tidak akan dan tidak perlu kaya. Namun jika anda ingin kaya, maka Anda memiliki peluang untuk lebih bahagia. Meski uang bukan segalanya, tetapi uang akan membantu kita bahagia, sebab dengan memiliki uang Anda bisa melakukan banyak hal yang membuat Anda bahagia. Dengan uang Anda juga bisa memiliki banyak hal yang membuat bahagia.
Jika Anda disuruh memilih mau bahagia atau mau kaya, maka jawaban yang benar adalah keduanya. Kita bisa mendapatkan keduanya. Kata siapa hanya bisa salah satu? Jika miskin saja bisa bahagia, apalagi kalau kaya. Jika ada orang yang kaya tetapi tidak bahagia, bukan disebabkan oleh kekayaannya, pasti ada sebabnya. Justru dia lebih beruntung dibanding orang miskin tidak bahagia.
Jadi, mau bahagia atau kaya? Saya mau bahagia dan kaya.
Andalah Yang Menentukan
Maret 29, 2008 at 3:59 am | In Optimis | 1 CommentTags: mengeluh, menyalahkan, Proaktif
Jangan pernah lagi mengeluh dan menyalahkan lagi orang lain. Jangan juga selalu mencari pembenaran karena Anda membuat kesalahan atau tidak melakukan sesuatu. Jika tiga kebiasaan ini masih bersama Anda (mengeluh, menyalahkan, dan pembenaran) maka hidup Anda akan pasif, Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda mau.
Mulailah untuk hidup lebih aktif. Sadarilah bahwa Anda yang menentukan apa yang mau Anda pikirkan dan lakukan. Bukan orang lain, bukan politik, bukan kondisi, bukan juga pemerintah. Semua terserah Anda. Jika Anda mau bergantung, cukuplah bergantung kepada Allah, bukan yang lainnya.
Bisnis dengan Berpikir Positif
Maret 26, 2008 at 2:43 am | In Optimis | Leave a CommentTags: bisnis
Kekuatan berpikir positif akan memberikan pengaruh kepada berbagai bidang, termasuk dalam bisnis. Sebagaimana yang kita pahami, bahwa jika kita memiliki pikiran positif, maka kita akan menghasilkan hal-hal yang positif juga, termasuk dalam bisnis. Jadi kita harus menerapkan berpikir positif pada bisnis agar bisnis kita lebih baik.
Oleh karena itu kami menerbitkan sebuah ebook baru yang menjelaskan bagaimana menerapkan berpikir positif pada bisnis internet. Hal ini karena saya ingin membantu para pebisnis internet baik yang baru mulai maupun yang sudah berjalan untuk menjalani bisnis internet dengan pikiran yang lebih positif.
Bukan hanya lebih positif, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Menjalankan bisnis internet dengan penuh optimis, percaya diri, dan bahagia. Dalam ebook ini, Anda akan belajar itu semua. Intinya bagaimana meraih sukses bisnis internet dengan indah.
Untuk yang lain juga.
Maret 26, 2008 at 2:41 am | In Fokus | Leave a CommentTags: imajinasi, kondisi
Cobalah rasakan, bagaimana perasaan Anda. Kondisi mana yang membuat diri Anda lebih damai dan indah.
Kondisi satu, Anda menginginkan sebuah rumah yang mewah sementara orang-orang di sekitar Anda tetap dalam sebuah gubuk yang jelek.
Kondisi dua, Anda menginginkan sebuah rumah mewah dan juga Anda menginginkan untuk orang-orang yang ada di sekitar juga. Anda berharap semua orang memiliki rumah mewah juga.
Imajinasikan kedua kondisi ini secara bergantian, mana yang membuat kita lebih damai dan indah?
Hidup ini tidak adil…
Maret 26, 2008 at 2:36 am | In Fokus | Leave a CommentTags: Fokus
Betulkah hidup ini tidak adil? Jika kita merasakan bahwa hidup ini tidak adil, karena perhatian kita berfokus pada hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita melihat semuanya seolah tidak berpihak kepada kita.
Yang menjadi masalah adalah seringkali kita menyerah pada keadaan ini.
Lalu bagaimana caranya agar kita tidak menyerah? Tuliskan saja apa yang tidak Anda inginkan. Kemudian ubahlah kalimatnya menjadi apa yang Anda inginkan. Misalnya saya tidak ingin miskin. Maka ubahlan menjadi saya ingin kaya.
Jangan pikirkan lagi apa yang tidak Anda inginkan, sekarang fokuslah terhadap apa yang Anda inginkan. Anda percaya dengan do’a? Jika ya, berdo’alah agar Allah memberikan apa yang Anda inginkan, dengan do’a yang sebenar-benarnya do’a.
Antara Cinta dan Benci
Maret 26, 2008 at 2:25 am | In Fokus | 1 CommentTags: benci, cinta, emosi
Pikirkan semua orang yang Anda benci, pikirkan orang yang menjengkelkan, yang tidak Anda suka, Anda tidak menyukai kehadirannya, tidak menyukai sikapnya, dan sebagainya (kalau ada, jika tidak maka Anda tidak perlu melanjutkan membaca artikel ini).
Bagaimana perasaan Anda?
Sekarang pikirkan orang-orang yang Anda cintai, kagumi, sukai. Lihatlah mereka ada di sekitar Anda.
Bagaimana perasaan Anda?
Sekarang, maafkanlah orang-orang yang tidak Anda sukai. Ubahlah rasa benci Anda, rasa permusuhan Anda, dan rasa tidak suka menjadi cinta. Cintailah mereka seperti mencintai diri sendiri. Gabungkanlah mereka dengan orang-orang yang Anda cintai sebelumnya.
Bagaimana perasaan Anda?
Jika perasaan Anda sangat baik, maka pertahankanlah.
Kecewa Bukan Karena Gagal
Maret 12, 2008 at 2:59 am | In Optimis, Proaktif | Leave a CommentTags: bahagia, cita-cita, gagal, kecewa, mencoba, potensi
Ada orang yang dengan “bijak” mengatakan jangan memiliki cita-cita yang tinggi supaya tidak kecewa. Mungkin yang dia maksud adalah Anda jangan punya cita-cita yang tinggi, karena Anda akan gagal, dan Anda akan kecewa. Dia bukan menasihati Anda, tetapi dia underestimate terhadap Anda. Tapi Anda jangan marah kepada dia, karena maksud dia adalah baik, hanya tidak mengerti saja.
Saya akan menasihati Anda (dan juga saya sendiri), milikilah cita-cita yang tinggi, sebab Anda (dan saya) memiliki potensi untuk mencapainya, dan tekunlah sampai berhasil. Anda (dan saya) insya Allah bisa.
Bagaimana kalau gagal? So what gitu? Ya, coba lagi! Gimana kalau kecewa? Ya, jangan kecewa!
Kecewa adalah pilihan Anda, Anda mau kecewa atau tidak, semua karena Anda yang memilih, bukan karena kegagalan. Jika Anda menyuruh saya menuliskan orang-orang yang gagal tetapi malah bahagia, wah entah berapa buku yang bisa saya tulis. Banyak lho!
Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit
Maret 12, 2008 at 2:54 am | In Berani | Leave a CommentTags: cita-cita, keinginan, prestasi, target, uang
Yah, yang Anda perlu lakukan ialah Anda harus membuat cita-cita setinggi mungkin. Buatlah tujuan dan terget hidup yang tinggi. Jika Anda ingin punya uang, targetkan punya uang yang banyak. Jika Anda ingin berprestasi, target prestasi setinggi mungkin. Jangan asal keinginan, apa lagi keinginan yang asal-asalan.
Kerja Anda selanjutnya akan tergantung seberapa besar keinginan yang telah Anda tetapkan. Jika keinginan Anda tinggi, maka Anda akan bekerja dengan motivasi yang tinggi dan kualitas kerja yang tinggi pula. Sebaliknya jika cita-cita Anda asal-asalan, maka motivasi yang Anda miliki rendah dan kerja Anda juga asal-asalan.
Hasil yang Anda raih akan sesuai dengan keinginan yang Anda tetapkan. Jadi tetapkan cita-cita yang tinggi untuk mencapai hasil yang tinggi.
Lihatlah Masa Depan
Maret 11, 2008 at 12:52 am | In Optimis | Leave a CommentTags: masa depan, tujuan, visi, visi hidup
Jika Anda melihat ke timur dan berjalan, maka Anda akan menuju ke timur. Jika Anda melihat ke barat dan berjalan, maka Anda akan ke barat. Namun jika Anda melihat ke belakang, tidak akan menentukan Anda pergi ke mana, bahkan Anda bisa jatuh. Jika Anda hanya melihat ke tempat dimana Anda berdiri, Anda tidak akan maju.
Jadi lihatlah ke depan, lihat ke arah yang Anda inginkan. Lihatlah visi hidup Anda yang ideal. Bukan, bukan, sekali lagi bukan melihat masa lalu. Buka juga melihat masa sekarang, tetapi lihat masa depan, karena itu tujuan Anda. Tujuan Anda akan tergantung pada apa yang Anda lihat.
Banyak keajaiban bisa terjadi, banyak kemungkinan bisa terjadi, banyak hal-hal fantastis bisa terjadi, dan semuanya juga pernah terjadi pada diri Anda dan diri orang lain. Tidak ada salahnya bahwa kemungkinan itu bisa terjadi lagi pada diri Anda. Teruslah melangkah, tidak ada yang tidak mungkin. Anda harus mulai akrab dengan kata mungkin jika ingin hidup lebih baik lagi.
Lihatlah masa depan, berjalanlah, dan keajaiban bisa datang pada diri Anda. Hanya saja, biasanya keajaiban hanya datang kepada mereka yang sudah bertindak.
Bahaya dari Berpikir Negatif
Maret 11, 2008 at 12:49 am | In Berani | 2 CommentsTags: pikira positif, pikiran negatif, takut
Oleh Napoleon Hill
Pikiran bawah sadar tidak membedakan impuls pemikiran konstruktif (membangun) atau destruktif (merusak). Pikiran bawah sadar bekerja dengan materi yang kita umpankan kepadanya, melalui impuls pemikiran kita. Pikiran bawah sadar akan menjabarkan ke dalam realita sebuah pemikiran yang terdorong oleh rasa takut, sama seperti dilakukannya terhadap pemikirannya yang terdorong oleh keberanian atau keyakinan. Continue reading Bahaya dari Berpikir Negatif…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.